Hai selamat datang di mafasari

post

Advertisements
Featured post

Manaqib al faqih al muqaddam

MANAQIB AL FAQIH AL MUQADDAM
  Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba Alawy Ra wafat akhir bulan Dzulhijah dan biasa nya haul nya di laksanakan pd tgl 1Muharram.

Sedikit manaqib dari Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ra.

Beliau bergelar Al Faqih krn kedalaman ilmu fiqih dr Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ra dan sangat alim. Dan bergelar Al Muqaddam krn keutaamaan beliau yg sngt di cintai,di hormati dan di muliakan. Sayydina Al Faqih Muqaddam keturunan yg ke 17 dr Rasullallah.
Karena kedalaman ilmu beliau,murid murid beliau menyaran kan agar Sayydina Al Faqih Muqaddam membentuk mazhab baru di samping 4 mazhad yg sdh ada,tp beliau menolak dan berkata Aku tetap dgn mazhab ku mazhab Imam Safi”i Ra.

Dia adalah al-’arif billah, seorang ulama besar, pemuka para imam dan guru, suri tauladan bagi al-’arifin, penunjuk jalan bagi as-salikin, seorang qutub yang agung, imam bagi Thariqah Alawiyyah, seorang yang mendapatkan kewalian rabbani dan karomah yang luar biasa, seorang yang mempunyai jiwa yang bersih dan perjalanan hidupnya terukir dengan indah.
Karomah karomah beliau sangat lah banyak di antara nya..

Berzikirnya pohon-pohon dan batu-batu di Wadi An-Nua’ar

Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam telah melakukan Riyadhah dan Mujahadah yang sangat luar biasa, dan beliau telah ber-Uzlah di lembah An-Nu’air selama setahun beribadah siang dan malam, pada satu kesempatan anak beliau; As-Syech Ahmad mengikuti beliau ke Wadi An-Nu’air maka tatkala ia sampai di lembah tersebut dia melihat Al-Faqih Muqaddam sedang berzikir Jahr , dilihat oleh As-Syech Ahmad seluruh yang ada di lembah tersebut termasuk seluruh batu-batuan dan pohon-pohonan berzikir mengikuti Al-Faqih Muqaddam lalu pingsanlah anak beliau As-Syech Ahmad yang dikala itu masih muda kemudian ketika dia sadar ayah beliau; Sayyidina Al-Faqih Muqaddam memperingatinya agar jangan mengulangi mengikuti beliau ber-Uzlah di lembah tersebut.
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Al-Faqih mempunyai seorang pembantu yang bernama “Khuraishoh” Khuraishoh ini sudah lama pergi dan tidak tahu lagi khabarnya hidup atau mati, maka bertanyalah keluarganya kepada Sayyidina Al-Faqih, Sayyidina Al-Faqih Ra kemudian terdiam sejenak lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit, kemudian Sayyidina Al-Faqih Ra menjawab;

”Abu Khuraishoh belum mati”

kemudian keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi;

”Bagaimanakah anda mengatakan Abu Khuraishoh belum mati padahal khabar kematiannya sudah menyebar?”, Sayyidina Al-Faqih Ra menjawab;

”Aku telah melihat ke setiap istana yang berada di Syurga, dan Abu Khuraishoh tidak ada disana”

keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi;

”Coba anda lihat di Neraka barangkali Abu Khuraishoh disana?”

Sayyidina Al-Faqih Ra marah lalu berkata;

”Sungguh tidak akan masuk neraka para pembantuku”.

Tak lama berselang Abu Khuraishoh pulang, dan tidak kekurangan sesuatu apapun.
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ra berkata;

”Sungguh sekali dalam satu tahun aku tidak berziarah kepada Nabi Allah Hud As, maka ketika aku sedang duduk disatu tempat yang atapnya tinggi tiba-tiba datang kepadaku Nabi Allah Hud As, yang menundukkan kepalanya ketika hendak masuk, tatkala ia telah dekat denganku beliau ia berkata;”Wahai Syech Al-Faqih bilamana engkau tidak berziarah kepada kami, maka kamilah yang akan berziarah kepadamu”aku bertanya kepada beliau;”Wahai Nabi Allah Hud As dari manakah anda tadi?”beliau menjawab;”Aku dari mendatangi anakku Hadun”.
Dikisahkan juga bahwa pada suatu saat ketika dia sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah Nabi Khidir alaihis salam menyerupai seorang badui dan diatas kepalanya terdapat kotoran. Bangunlah Al-Faqih Al-Muqaddam, lalu mengambil kotoran tersebut dari kepalanya dan kemudian memakannya. Kejadian tersebut membuat para sahabatnya terheran-heran. Akhirnya mereka bertanya, “Siapakah orang itu?.” Maka Al-Faqih Al-Muqaddam menjawab, “Dia adalah Nabi Khidir alaihis salam.”

Materi Akidah akhlak kelas 11

A. Mabuk-mabukan
1. Pengertian perilaku mabuk-mabukan

Perilaku mabuk-mabukan dapat dimengerti sebagai kegiatan mengkonsumsi minuman keras sehingga melalaikan tanggung jawab kemanusiaan sebagai wakil Allah dibumi. Dalam pandangan Islam tindakan di atas diistilahkan dengan khamr yang secara kebahasaan berarti menghalangi, menutupi. Dinamakan demikian karena menyelubungi dan menghalangi akal. Arti lain dari kata khamr adalah minuman yang memabuk kan. 

Disebut khamr karena minuman keras memunyai pengaruh negatif yang dapat me nutup atau me lenyap kan akal pikiran. Dengan demikian dapat dikatakan perilaku mabuk-ma￾bukan diakibatkan oleh khamr yang berarti minuman keras.

M. Quraish Shihab menjelaskan khamr adalah segala sesuatu yang memabukkan, apapun bahan mentahnya. Minuman yang berpotensi memabukkan bila diminum den￾gan kadar normal oleh seorang normal, maka minuman itu adalah khamr. Oleh karena itu, haram meminumnya, baik diminum banyak maupun sedikit serta baik ketika ia di￾minum memabukkan secara faktual atau tidak. 

MUI (Majelis Ulama Indonesia) mendefinisikan agak luas tentang khamr sebagai segala sesuatu, baik minuman atau wujud lain yang dapat menghilangkan akal dan digunakan untuk bersenang-senang sehingga dari definisi ini penyalahgunaan obat-obatan termasuk obat bius termasuk dalam katagori khamr. 

“Setiap yang memabukkan itu khamr, sedangkan setiap khamr itu haram.“ (HR. Muslim)

“Khamr adalah segala sesuatu yang dapat menutupi akal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 2. Jenis minuman yang memabukkan

Beberapa jenis minuman

– Bir 

Bir secara harfiah berarti segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Proses pembuatan bir disebut brewing.

-Brendy

Brendi (bahasa inggris: brandy, berasal dari bahasa Belanda, brandewijn adalah istilah umum untuk minuman anggur hasil distilasi, dan biasanya memiliki kadar etil alkohol sekitar 40-60%. Bahan baku brendi bukan hanya anggur, melainkan juga pomace (ampas buah anggur sisa minuman anggur) atau fermentasi sari buah. Bila bahan baku tidak ditulis pada label, brendi tersebut dibuat dari buah anggur asli.

-Vodka

Vodka (bahasa Polandia: wodka) adalah sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difermentasi. Kecuali untuk sejumlah kecil perasa, vodka mengandung air dan alkohol (etanol). Vodka biasanya memiliki kandungan alkohol sebesar 35 sampai 60% dari isinya.
3. Akibat negatif perilaku mabuk-mabukan
a. Melanggar larangan agama

Aturan larangan (pengharaman) minuman keras (khamar) berlaku untuk selu￾ruh umat Islam serta tidak ada perkecualian untuk individu tertentu. Hal ini cukup jelas dinyatakan dalam QS. al Maidah [5]: 90,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُرِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ  فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
b. Terlarang melaksanakan ibadah

Al-Qur’an menjelaskan tentang bahaya mabuk-mabukan yang dikaitkan denganmasalah ibadah, karena ibadah harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan ketulusan tidak akan dapat dipenuhi oleh mereka yang hilang akal sehatnya. Dalam QS. An nisa [4]: 43

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِيسَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا 

Artinya: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati untuk jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
c. Menghias diri dengan kekotoran dan kekejian

Mayoritas ulama memahami dari pengharaman khamr dan penamaannya sebagai rijs / keji serta perintah menghindarinya, sebagai bukti bahwa khmar adalah sesuatu yang najis. Berdasar hadis Nabi Muhammad saw.

“Apa saja yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram.” (HR. Ahmad Abu Dawud dan At Tirmidzi)

d. Menimbulkan gangguan mental organik

Minuman beralkohol yang mengandung etanol dapat menimbulkan gangguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku.

Kita dapat berkata bahwa mengonsumsi khmar sangat berdampak buruk bagi manusia, dan oleh karenanya Nabi Muhammad saw. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At Thabrani melalui Ibn Umar menyatakan “Khamar itu adalah induknya segala dosa”.

e. Menimbulkan kejahatan di masyarakat

Perilaku mabuk-mabukan merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang. yakni suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik yang dilakukan secara sadar ataupun tidak. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut, apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial dalam masyarakat. Dengan kata lain, penyakit sosial adalah bentuk penyimpangan terhadap norma masyarakat yang dilakukan secara terang-terangan dan terus-menerus.

Al quran sendiri menyatakan hal itu dalam QS. Al Maidah(5): 91

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ  

Artinya: Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

f. Mendapat sanksi

Sanksi agama

para ulama telah sepakat, bahwa bagi peminum khamar itu dikenakan had atau  (sanksi). Hanya saja dalam menentukan ukuran had tersebut mereka berbeda pendapat. Imam syafi’i dan Abu daud berpendapat bahwa had bagi peminum khamar adalah 40 kali dera, karena demikianlah yang dipraktekkan oleh rasulullah saw. Dan yang diperintahkan pada masa Abu bakar.

Sanksi hukum

Hukum pidana pada hakikatnya berisi norma dan ketentuan hukum tentang perbuatan yang dilarang dan diharuskan, disertai ancaman pidana barang siapa melanggar larangan tersebut.

Sanksi hukum yang diterima oleh pelaki mabuk-mabukan seperti di atur dalam KUHP Bab. IV tentang pelanggaran kesusilaan pasal 539 adalah “barang siapa pada kesempatan diadakan pesta keramaian untuk umum atau pertunjukkan rakyat atau diselenggarakan arak-arakan untuk umum, menyediakan secara cuma-cuma minuman keras atau spirits dan atau menjanjikan sebagai hadiah diancam dengan pidana kurungan selama dua belas hari atau pidana denda paling tinggi tiga ratus tujuh puluh lima rupiah”.

4. Menghindari perilaku mabuk-mabukan

Prilaku mabuk-mabukan jelas di haramkan agama. Berdampak buruk baik individu maupun secara sosial. Karena itu harus dijauhi, adapun upaya untuk menjauhi antara lain;

Meyakini bahwa minum keras adalah prilaku keji dan pelakunya diancam neraka karena termasuk dosa besar.

Merenungkan dampak buruk mabuk-mabukan baik kesehatan, maupun secara social. Masyarakat pun memandang rendah dan tidak berharga sebagai manusia. 

Menghindari bergaul dengan orang pemabuk.

Memperhatikan dan merenungkan betapa buruknya orang yang sedang mabuk, dan merenungkan bagaimana jika itu terjadi pada kita?.

Gunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat baik bagi badan dengan 

olah raga, ataupun bagi pengembangan jiwa dengan memperluas wawasan. 

 Bergaul dengan orang baik dan aktif berorganisasi

5. Hikmah larangan perilaku mabuk-mabukan

1) Mengkonsumsi khamr disamping ada manfaatnya tetapi keburukan yang ditimbulkan jauh lebih besar, karenaya khamr disebut perbuatan rijs/kotor.

2) Pengharaman mengkonsumsi khamr didasarkan atas akibat yang ditimbulkanya yakni hilangnya akal nalar yang ada pada diri manusia, di samping adanya keburukan yang bersifat ekonomi, kesehatan dan sosial.

3) Sanksi hukum yang diterapkan pada pengkonsumsi khamar pada dasarnya untuk menjaga kesadaran dalam beribadah, memberi efek jera pada pelakunua dan menjaga keteraturan dalam masyarakat.

Materi kimia tentang bensin

Bensin adalah fraksi minyak bumi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Bensin mengandung senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom karbon antara 5 sampai 12.

Bensin berasak dari fraksi nafta dan fraksi minyak gas berat hasil penyulingan minyak bumi. Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam bensin yang dapat berupa alkana rantai lurus,alkan rantai bercabang,sikloalkana,aromatik, dan alkena.

Bensin cocok digunakan menjadi bahan bakar kendaraan yang tidak bermesin diesel seperti sepeda motor dansebagian kendaraan bermotor roda empat.

Bensin adalah campuran isomer-isomer heptana dan oktana. Fraksi bensin sebetulnya relatif kecil jumlahnya sehingga dalam pengolahan minyak bumi dilakukan cracking yaitu pemutusan rantai hidrokarbon yang rantainya panjang.

Fraksi yang kurang komersial terutama fraksi yang lebih tinggi daripada minyak tanah dipecah menjadi fraksi bensin. Minyak bumi dipanaskan pada suhu 800° C dengan katalisator SI atau Al.

Rantai karbon yang panjang akan dipecah menjadi rantai pendek sehingga fraksi bensin akan lebih banyak diperoleh. Di indonesia terdiri tiga jenis bensin yaitu, premium, pertamax, pertamax plus. Ketiganya mempunyai mutu yang berbeda. Untuk menyatakan mutu bensin dipakai istilah bilangan oktan. Bilangan oktan menyatakan tingkat kemampuan daya bakar bensin. Makin tinggi nilai bilangan oktan, makin cepat kemampuan daya bakarnya. Bilangan oktan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin akan menimbulkan gejala denotasi. Bahasa mesinnya disebut dengan “Ngelitik” atau knocking. Saat di ruang bakar terjadi tekanan ekstrem yang dapat merusak mesin.

Sebagai parameter dalam menentukan bilangan oktan bagan bakar bensin digunakan n heptana dan isooktana.

n Heptana diberi nilai oktan = 0, karena zat ini menimbulkan knocking yang sangat tebal.

Isooktana (2, 2, 4-trimetilpentana) diberi nilai = 100, tidak menimbulkan knocking.

Nilai bilangan oktan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Bilangan oktan 

= (% isooktana × 100) + (% n-heptana × 100)
Misalnya pada mesin dipakai bensin dengan campuran 60% isooktana dan 40% n heptana, maka bensin tersebut mempunyai bilangan oktan 60. Bensin premium mempunyai nilai oktan 80 – 88. Pertamax mempunyai nilai oktan 92, berarti mutu bahan bakar sama dengan campuran 92% isooktana dan 8% n heptana. Pertamax plus mempunyai nilai oktan 95.
Makin tinggi nilai oktan, maka mutu bensin makin baik dan makin efisien dalam menghasilkan energi. Knocking dapat dikurangi dengan menambahkan antiknocking yaitu, Tetra Etil Lead (Pb(C2H5)4) disingakat TEL dan merubah struktur senyawa hidrokarbon yang terdapat dalam bensin. TEL ditemukan oleh Ilmuwan Amerika, Thomas Midgley. Pembakaran bensin yang ditambahkan TEL akan mengurangi ketukan pada mesin.

Bensin yang telah diberi TEL bernilai oktan 80 disebut premium. Akan tetapi, penggunan TEL disarankan agar ditiadakan sebab kendaraan akan banyak membuang logam Pb ke udara. Logam Pb bersifat beracun pada tubuh manusia. Sebagai penggantinya, sekarang digunakan Metil Tersier Butil Eter (MTBE).
Bensin yang diperoleh melalui cracking lebih baik daripada hasil penyulingan. Produk tersebut kemudian dicampur dengan bensin hasil penyulingan. Proses pencampuran ini disebut dengan blending. Cara lainnya adalah dengan mengubah struktur senyawa hidrokarbon.

Senyawa hidrokarbon yang mempunyai bilangan oktan paling tinggi adalah senyawa aromatik, alkena, alkana rantai cabang, naftalena, sikloalkana, dan alkana rantai lurus. Untuk itu, prinsip dasar peningkatan kualitas bensin adalah mengubah senyawa hidrokarbon yang berbilangan oktan rendah menjadi senyawa hidrokarbon dengan bilangan oktan tinggi. Cara-cara pengubahan yang dapat dilakukan adalah catalytic naphata reforming, fluidized catalytic cracking, isomeration, alkylation.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑